Pages

Thursday, February 27, 2014

Pegawai Honorer Masih Punya Kesempatan Untuk Jadi PNS

Awal Pebruari yang lalu pemerintah melalui PANSELNAS telah mengumumkan kelulusan CPNS dari honorer K2. Banyak peserta yang lulus banyak pula yang gagal. Bagi peserta yang lulus tentunya ini kabar yang sangat mengembirakan. Tetapi bagi yang tidak lulus tentunya hal ini sangat mengecewakan. Disamping itu kedepan dalam tata kepegawaian nantinya tidak dikenal lagi istilah pegawai honorer melainkan PPPK yang diangkat melalui seleksi seperti seleksi CPNS.

Walaupun demikian menurut Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo mengatakan pegawai honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil pada 2013 masih memiliki kesempatan pada tahun berikutnya. “Mereka masih memiliki kesempatan yang sama pada tahun berikutnya untuk mengikuti tes karena tidak ada batasan umur bagi para pegawai honorer K2 untuk mengikuti tes CPNS,” kata Wamen saat melakukan kunjungan kerja di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 25 Pebruari 2014. Selain itu, para pegawai honorer yang tidak lulus itu juga bisa memperpanjang perjanjian kontrak kerjanya sesuai kebutuhan pemerintah daerah itu. Wamen juga  menyarankan kepada para pegawai honorer tersebut untuk lebih giat belajar sehingga mampu lolos pada tes penerimaan CPNS pada tahun-tahun berikutnya. (sumber: http://ekoprasojo.com/)

Semoga saja seleksi CPNS kedepan semakin bersih dan transparan. Sehingga yang lulus adalah orang-orang yang mempunyai kapasitas dan layak memegang suatu jabatan dipemerintahan. Sehingga tidak ada kesan negatif dari masyarakat.

Tuesday, February 25, 2014

"Presidential Scholarship" Beasiswa S2 dan S3 dari Presiden RI

Tahun 2014 merupakan tahun peluncuran beasiswa presiden yang diberi nama Presidential Scholarship. Presidential Scholarship merupakan program beasiswa prestisius atas inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang diberikan pemerintah Indonesia bagi warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S-2) dan doktor (S-3) di perguruan tinggi di luar negeri. Pendaftaran Presidential Scholarship angkatan pertama dibuka hingga 14 April 2014.

Proses pendaftaran serta manajemen pengelolaan Presidential Scholarship dilakukan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebelum mendaftar, calon pelamar Presidential Scholarship terlebih dahulu harus telah diterima di perguruan tinggi luar negeri yang masuk peringkat 50 perguruan tinggi terbaik di dunia. Mereka juga harus memiliki nilai TOEFL IBT minimal 94, atau nilai IELTS minimal 7.

Usia maksimal bagi pelamar program magister adalah 35 tahun, sedangkan pelamar program doktor maksimal berusia 40 tahun pada tanggal penutupan pendaftaran, yaitu 14 April 2014. Beberapa bidang yang menjadi prioritas program studi dalam Presidential Scholarship adalah teknologi, energi, pangan, ekonomi, hukum, pertahanan, budaya, hubungan internasional, dan ekonomi kreatif. Target peserta penerima beasiswa ini adalah 100 orang per tahun.

Untuk proses seleksi, akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu administrasi, wawancara (termasuk di dalamnya leadership group discussion), dan pelatihan kepemimpinan selama 40 hari. Dalam proses seleksi, tim panelis dan tim juri yang akan melakukan penilaian. Tim panelis sendiri terdiri dari profesor-profesor dari Ditjen Dikti dan psikolog. Sedangkan tim juri terdiri dari perwakilan tentara, pemerintah, kaum profesional, dan tokoh masyarakat.

Nantinya, sebelum berangkat ke kampusnya masing-masing penerima beasiswa ini akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan dalam kesempatan tersebut presiden RI akan memberikan kuliah umum (president lecture). Pelatihan kepemimpinan akan berlangsung pada 20 Mei 2014. Sedangkan pelepasan oleh presiden pada 18 Agustus 2014. Peluncuran Presidential Scholarship akan diresmikan langsung oleh Presiden SBY saat Silaturahim Bidikmisi Nasional pada 26 Februari 2014 di Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai Presidential Scholarship dan LPDP, bisa dilihat di laman www.lpdp.depkeu.go.id. 

Saturday, February 22, 2014

Tahun 2014 Pemerintah Mengusulkan 60 ribu Formasi PNS dan 40 ribu PPK

Banyak orang yang berminat menjadi CPNS. Seperti seleksi CPNS pada tahun-tahun sebelumnya penyelenggaraannya tidak sepi peminat malah membludak. Hal yang sama mungkin saja terjadi pada tahun 2014 ini. Meskipun penyelenggaraan seleksi CPNS 2014 belum resmi diumumkan kapan akan diselenggarakan. Namun, desas-desus waktu penyelenggaraanya sudah beredar. Ada yang mengatakan akan diselenggarakan sebelum berlangsungnya Pemilu 2014  ataupun sesudah pemilu. Ada juga yang menyebutkan pada bulan Juli atau Agustus tahun ini.

Tetapi, meskipun waktunya belum jelas namun kuota penerimaanya sudah disampaikan sendiri oleh Menpan Azwar Abubakar. Hal itu disampaikan dalam Raker Pansus Guru DPD RI dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar dan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, pada hari Rabu, 19 Pebruari 2014.

Menpan menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya mengusulkan formasi pegawai sebanyak 100 ribu, yang terdiri dari 60 ribu PNS dan 40 ribu PPPK. “Untuk PPPK, sepuluh ribu diantaranya akan dialokasikan untuk tenaga penyuluh. Di sini masih ada peluang bagi guru honorer kategori 2 untuk ikut seleksi,” tambahnya.

PPPK merupakan singkatan dari Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, seperti diatur dalam UU ASN PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. PPPK diangkat dengan keputusan pejabat pembina kepegawaian (PPK), dan diikat dengan perjanjian kerja minimal satu tahun, dan dapat diperpanjang. Namun PPPK tidak dapat diangkat otomatis menjadi PNS.

Adanya PPPK ini terkait dengan pelarangan penerimaan tenaga honorer yang dimulai sejak tahun 2005. Sesuai dengan Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ke depan tidak dikenal lagi adanya tenaga honorer. ASN terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)

UN 2014 15 Persen Soal dari Perguruan Tinggi dan Soal-soal Internasional

Pemerintah Indonesia semakin serius dalam menata dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat diberlakukannya Ujian Nasional (UN) sebagai syarat bahwa seseorang siswa telah tamat dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Meski banyak suara sumbang yang menghujat UN yang dirasa kurang tepat sebagai indikator utama lulus atau tidaknya seorang siswa.  Terlepas daripada itu pelaksanaan UN yang sudah hampir 10 tahun hingga sampai sekarang masih dilaksanakan. Dari tahun ke tahun mutu pelaksanaan UN terus ditingkatkan mulai dari ambang batas nilai kelulusan hingga jumlah paket soal yang mencapai 20 paket.

UN tahun 2014 sendiri menjadi tanda diintegrasikanya UN dengan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Yang artinya nilai UN dijadikan sebagai syarat seseorang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal ini khusus berlaku bagi siswa menengah atas (SMA) dan sederajat. Selain menggunakan nilai UN, SNMPTN juga menggunakan nilai rapor siswa. Penggunaan UN untuk SNMPTN merupakan gabungan nilai rapor yang sudah diberi bobot. Nantinya, nilai UN murni digunakan sebagai dasar seleksi SNMPTN. Adapun, bobot nilai ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Berkenaan dengan hal tersebut dalam UN tahun 2014 ini sebanyak 15 persen. soal akan disumbang dari kalangan perguruan tinggi. Dikutip dari republika.co.id menurut Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi mengatakan bahwa kalangan perguruan tinggi menyumbang materi soal UN 2014 sebesar 15 persen. Menurutnya pula, selain dari kalangan PT, komposisi 15 persen itu juga diambil dari soal-soal yang diujikan di tingkat internasional seperti PISA (Progamme for International Student Assessment). Sedangakan sisanya akan disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Wah.. UN tahun 2014 jadi semakin greget. Selamat berjuang bagi para siswa yang akan menempuh UN dan semoga sukses.

Wednesday, February 19, 2014

2014 Dapodik Acuan Dalam Penyaluran Dana Berbagai Kebijakan Kemdikbud

Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem pendataan skala nasional yang mulai tahun 2013 lalu digunakan Kemdikbud sebagai rujukan dalam pengelolaan tunjangan profesi guru. Hal tersebut mengingat berbagai masalah yang muncul berkenaan dengan penyaluran tunjangan sejak pemberian tunjangan tersebut diberlakukan pada 2010 lalu. Salah satunya data guru yang tidak valid. Guna mendapatkan data yang valid pengelolaan tunjangan profesi terutama guru SD dan SMP tidak lagi berdasarkan data yang disiapkan pemda, melainkan Dapodik. Adapun data yang dimasukkan berkaitan dengan satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan siswa. Sehingga Dapodik menjadi satu-satunya alat untuk menentukan seorang guru apakah berhak mendapatkan tunjangan profesi atau tidak. Komponen yang terdapat dalam Dapodik antara lain, identitas guru, NIP, NRG, NUPTK, tanggal pengeluaran sertifikat, mata pelajaran yang diampu, dan lokasi mengajar. Dengan Dapodik data yang didapat diharapkan valid

Pada tahun ini Dapodik menjadi acuan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyaluran dana untuk berbagai kebijakan, mulai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), rehab sekolah, Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan tunjangan profesi guru. Hal ini berbeda dari tahun 2013 lalu yang baru digunakan sebagai rujukan dalam pemberian tunjangan profesi guru. Sehingga, bagi Sekolah yang ingin mendapatkan anggaran untuk ketiga program itu harus mengisi lengkap data pada Dapodik. Berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan pengajuan dari sekolah

Guru Honorer K2 Yang Tidak Lulus CPNS Bisa Mengikuti Seleksi PPPK

Sesuai dengan kesimpulan Raker Pansus Guru DPD RI dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar dan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, pada hari Rabu 19 Pebruari 2014. Raker dipimpin oleh Ketua Pansus Aidil Fitri Syah.Tenaga honorer kategori II, khususnya guru yang tidak lulus tes CPNS diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun pelaksanaannya harus  sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, serta kebutuhan setiap instansi.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ke depan tidak dikenal lagi adanya tenaga honorer. ASN terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). PPPK, seperti yang diatur dalam UU ASN adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Untuk menjadi PPPK, prosesnya sama seperti proses untuk menjadi CPNS. Harus melalui pengusulan dan penetapan formasi, kinerjanya juga terukur. PPPK juga mendapatkan remunerasi, tunjangan sosial, dan kesejahteraan mirip sama dengan PNS. Karena itu, setiap instansi yang mengangkat harus mengusulkan kebutuhan dan formasinya, kualifikasinya seperti apa, serta harus melalui tes.

Seperti yang saya kutip dalam situs resmi Menpan, disampaikan sendiri oleh Menpan Azwar Abubakar, bahwa tahun ini pihaknya akan mengusulkan formasi pegawai sebanyak 100 ribu, yang terdiri dari 60 ribu PNS dan 40 ribu PPPK. Untuk PPK sendiri sepuluh ribu diantaranya akan dialokasikan untuk tenaga penyuluh. Jadi ada peluang guru honorer K2 untuk mengikuti seleksi Diakui bahwa tidak mungkin semua guru honorer bisa masuk menjadi PPPK tahun ini. Pasalnya, jumlah honorer K2 yang ikut seleksi sebanyak 253 ribu, sementara yang diterima hanya sekitar 100  ribu. Apalagi sisa formasi sekitar 30 ribu itu juga diperuntukkan untuk tenaga ahli lain, seperti tenaga kesehatan, tenaga teknis  dan lain-lain.

Untuk itu, Menteri PANRB mengimbau kepada para kepala daerah agar berbesar hati dan tetap memperhatikan kesejahteraan para guru honorer yang masih belum tertampung menjadi PPPK. Dia juga menambahkan selama belum terisi oleh CPNS ataupun PPPK, tenaga honorer sebaiknya jangan langsung diberhentikan, jiika perlu honornya ditingkatkan.

TIPS Menghadapi Ujian Nasional (UN)

Ujian Nasional sudah hampir 10 tahun digelar. Banyak hal yang telah berubah dalam pelaksanaan ujian nasional. Pada tahun 2013 lalu pemerintah dalam hal ini Kemdikbud melaksanakan Ujian Nasional dengan menggunakan 20 paket soal. Dengan demikian pada tiap ruangan setiap anak mendapat soal yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil ujian nasional. Di sisi lain, ujian nasional menjadi momok dikalangan siswa yang menakutkan karena ujian nasional menentukan kelulusan mereka yang artinya menentukan nasib mereka setelah belajar selama 3 tahun. Hal ini ditambah dengan paket soal yang menjadi 20 paket. Mau tidak mau jika ingin lulus siswa harus berjuang sendiri pada saat ujian nanti.
Untuk itu, pada kesempatan ini saya akan membagikan beberapa tips dalam menghadapi ujian nasional (UN). Dalam tips ini saya bagi menjadi 2 garis besar yaitu Sebelum UN dan Saat UN.

 

Sebelum UN

Sebelum UN atau menjelang UN kita perlu menyiapkan diri dengan baik. Agar persiapan tersebut menjadi matang, ada beberapa hal yang perlu dilakukan

Belajar

Guna mendapatkan hasil yang UN yang bagus belajarlah dengan sungguh-sungguh dan teratur. Belajar kelompok adalah salah satu alternatif agar belajar menjadi lebih bervariatif. Mengikuti bimbel, dengan mengikuti bimbel maka kita akan mendapatkan pelajaran tambahan yang sangat membantu karena dalam bimbel biasanya terdapat gur atau tutor yang membantu dan membimbing kita. Bimbel juga membantu kita dalam memahami pelajaran. Hal-hal yang belum dimengert dapat dengan leluasa kita tanyakan pada saat mengikuti les atau bimbel

Membuat Jadwal Kegiatan

Menjelang UN hal yang perlu kita perhatikan adalah ketersediaan waktu belajar. Agar kegiatan belajar kita menjadi lebih teratur dan berlangsund dengan baik. Penting bagi kita untuk mengalokasikan sebagian waktu dalam sehari untuk belajar. Maka dari, buatlah jadwal kegiatan yang mengkondisikan belajar menjadi prioritas. Dengan demikian, belajar akan menjadi kegiatan yang teratur

Latihan Soal

Sebelum menghadapi UN penting bagi kita untuk melatih diri dalam menjawab soal-soal UN. Jawablah soal-soal UN pada tahun-tahun sebelumnya. Soal-soal tersebut mudah didapat di internet. Hal ini bertujuan untuk melatih kita agar nantinya lebih siap menjawab soal UN dan juga dengan menjawab soal-soal tersebut setidaknya kita bisa merasakan atmhosfir UN. 
Selain itu, soal-soal yang muncul biasanya hampir mirip dengan soal UN yang sudah keluar pada tahun sebelumnya bahkan ada soal yang sama persis.

Pada Saat UN

Persiapan Diri

Usahakan tidur lebih awal menjelang UN. Hal ini berguna untuk menghindarkan diri kita dari datang terlambat. Usahakan bangun lebih awal dan sempatkan untuk membaca atau mempelajari ulang materi yang kita pelajari pada hari sebelumnya. Bawalah perlengkapan yang lengkap minimal seperti pensil 2B, rautan, alas untuk lembar jawaban, rautan, dan tissu yang berguna untuk mencegah tangan kita mengotori lembar jawaban.

Mengisi Identitas

Isilah identitas dengan benar. Karena identitas diri sangat penting karena jika kita salah mengisi identitas maka sia-sialah kita menjawab soal karena identitas yang tidak sesuai dengan identitas kita. Jangan lupa masukan kode-kode yang diminta dalam kolom identitas

Menjawab soal

Jawablah soal-soal yang mudah terlebih dahulu, jika sudah merasa yakin langsung hitamkan jawabanya dan apabila terdapat jawaban masih meragukan berilah tanda centang atau apapun pada pilihanya dengan catatan tanda tersebut dapat dengan mudah dihapus.

Periksa Ulang

Usahakan untuk menyisakan waktu 10 sampai 15 menit waktu untuk memeriksa kembali semua pkerjaan kita mulai dari identitas sampai dengan jawaban. Pastikan kita telah mengisi atau menghitamkan salah satu pilihan jawaban dari setiap soal meski jawaban tersebut belum tentu benar, tetapi karena waktu hampir habis apa boleh buat? Karena hal itu tidaka akan mengurangi nilai meskipun jawaban tersebut ternyata salah


Demikianlah beberapa tips yang dapat saya berikan dalam hal persiapan mnghadapi UN. Hal yang tidak kalah penting dari semua itu adalah jangan lupa berdoa kepada Tuhan. Karena tanpa berkat dan kehendakNyasemua usaha kita akan menjadi sia-sia.

Sunday, February 16, 2014

20 Paket Soal UN 2014 Berbeda di 8 Regional

Seperti yang kita sudah ketahui mulai tahun ajaran 2012/2013 lalu Ujian Nasional (UN) menggunakan 20 paket soal. Sehingga, setiap siswa mengerjakan soal yang berbeda-beda ditiap ruangan. Berbagai masalah muncul pada UN 2013 lalu mulai dari keterlambatan soal, mundurnya jadwal UN sampai dengan adanya sekolah yang kekurangan soal.Untuk UN tahun ini ada beberapa pembenahan yang dilakukan oleh Kemdikbud diantaranya peningkatan kualitas soal, pencetakan soal dilakukan oleh daerah yang terbagi kedalam delapan regional, variasi soal yang berbeda tiap regional, serta peningkatan kualitas kertas naskah soal. 

Kualitas Soal

Soal UN tahun pelajaran 2013/2014 kualitasnya akan ditingkatkan menjadi bersifat evaluatif dan prediktif. Hal ini berlaku untuk jenjang menengah atas. Tetapi, meskipun kualitas soal ditingkatkan materi pembuatan soal bersumber dari kisi-kisi soal yang sama.Peningkatan kualitas soal ini, terkait dengan diintegrasikanya penggunaan UN sebagai syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) yang akan secara maksimal dibrlakukan di tahun 2014. Seperti yang ditegaskan oleh Mendikbud M. Nuh, meskipun terjadi peningkatan kualitas soal, tidak akan ada perbedaan mencolok terhadap jumlah soal evaluatif dan prediktif, karena akan ditentukan berdasarkan persentase tingkat kesukaran soal UN tersebut.

 

Paket Soal

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014 memiliki variasi soal yang lebih beragam. Sistem pencetakan dan distribusi naskah UN kali ini dibagi menjadi delapan regional. Setiap regional memilki 20 variasi soal bebeda. Dengan demikian terdapat 160 paket soal yang berbeda. Mendikbud mengatakan, banyaknya variasi soal tersebut bertujuan agar para peserta UN lebih khusyuk mengerjakan soalnya masing-masing. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari UN dapat maksimal

Naskah Soal

Untuk kertas naskah soal dan lembar jawaban ujian (LJU), juga diperbaiki. Perbaikan kualitas kertas dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan UN tahun sebelumnya. Diketahui, kertas LJU pada pelaksanaan UN tahun sebelumnya kurang baik, dan mudah robek.Jika tahun lalu kertas yang digunakan untuk LJU adalah 80 gram maka UN kali ini meningkat menjadi 100 gram.

Pendaftaran SNMPTN Dibuka 17 Februari 2014

Kuliah, mungkin itu yang terbersit dipikiran kita sesudah tamat SMA atau SMK. Kali ini saya akan berbgi info penting bagi siswa yang akan tamat di SMA ataupun SMK dan ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dibuka Senin, 17 Februari  hingga 31 Maret 2014. 

Untuk bisa menndaftar SNMPTN maka pastikan data anda sudah tercatat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) adalah sistem di mana sekolah memasukkan nilai rapor siswa untuk proses seleksi SNMPTN. Nilai dimasukkan bersamaan dengan periode penilaian rapor siswa tiap tahun. Karena Siswa yang bisa mendaftar SNMPTN adalah siswa yang rekam jejak prestasinya tercatat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

 
Jika belum, pastikan sekolah anda telah mengisi PDSS, pengisian PDSS oleh sekolah dapat dilakukan hingga 6 Maret 2014. Setelah sekolah mengisi PDSS, sekolah diminta untuk memberikan password kepada siswa, agar mereka bisa memverifikasi data yang telah dimasukkan.Jika siswa tidak melakukan  verifikasi maka data yang dimasukkan oleh kepala sekolah dianggap benar. Data tersebut  tidak bisa diubah setelah waktu verifikasi berakhir. Berikut ini jadwal kegiatan di PDSS

Pendaftaran sekolah di PDSS    
06 Januari 2014 jam 08:00 - 06 Maret 2014 jam 23:59
Periode pengisian dan perbaikan data nilai rapor    
06 Januari 2014 jam 08:00 - 06 Maret 2014 jam 23:59
Periode verifikasi nilai rapor oleh siswa    
06 Januari 2014 jam 08:00 - 06 Maret 2014 jam 23:59

Untuk bisa mendaftar di PDSS  sekolah harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Dan siswa yang bisa didaftarkan di PDSS adalah siswa yg memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Pada saat mendaftar diharapkan siswa  prosedur operasi baku (POB) yang terdapat di laman PTN yang dituju. POB berisi ketentuan yang akan membantu siswa saat mendaftar SNMPTN. PDSS bisa diakses melalui alamat berikut:
https://pdss.snmptn.ac.id/

Beasiswa S2 Ketahanan Nasional L-IUN dari LPDP

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa S2 Ketahanan Nasional L-IUN di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk tahun ajaran 2014 dengan tahapan seleksi sebagai berikut:



a. Waktu Pendaftaran dan Jadwal Seleksi Tes:
  1. Januari s/d Februari 2014, mendaftar ke Lemhannas RI dan LPDP
  2. Maret 2014, seleksi administrasi/dokumen dan interview oleh LPDP
  3. Awal April 2014 s/d awal Juni 2014 pendaftaran online dan pengumpulan berkas untuk  perguruan tinggi UI dan UGM
  4. Awal Juli 2014, seleksi tes masuk perguruan tinggi UI dan UGM
  5. Agustus 2014, Kuliah Matrikulasi 6 (enam) core Lemhannas RI, di Lemhannas RI selama 1 (satu) bulan
  6. September 2014, melakukan kuliah di UI dan UGM

b. Seleksi Administrasi, Dokumen, dan Interview oleh LPDP:
  1. Bagi peserta yang telah memiliki nilai TOEFL ITP dengan skor minimal 500 dan ijazah S1 dengan IPK minimal 3.00   dikirim/mendaftar ke Lemhannas RI (Biro Kerjasama Settama Lemhannas RI, Jalan Merdeka Selatan Nomor 10, Jakarta Pusat). Telp. 021-3832154/021-3832112, email sekretariat_lemhannas@yahoo.com. Selanjutnya peserta wajib melakukan pendaftaran untuk mendapatkan beasiswa melalui Online Beasiswa LPDP dengan mengakses pada halaman http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa guna mengunduh, mengunggah/mengisi persyaratan melalui akun peserta.
  2. Seleksi administrasi dan dokumen oleh LPDP dilaksanakan sepanjang waktu. Selanjutnya pada Maret 2014 akan dilakukan tes interview.
  3. Hasil kelulusan sebagai penerima beasiswa LPDP diumumkan melalui website pada www.lpdp.depkeu.go.id dan www.beasiswalpdp.org.

c. Pengumpulan berkas persyaratan S2 Ketahanan Nasional UI dan UGM, bagi peserta yang mendapatkan beasiswa LPDP, pada bulan April s/d Juni 2014, sebanyak 3 (tiga) rangkap, terdiri dari:
  1. Salinan ijazah dan transkrip akademik S1 yang telah dilegalisir.
  2. Rekomendasi 2 (dua) orang yang mengetahui kemampuan akademik.
  3. Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program S2 yang berisi alasan, harapan dan rencana setelah selesai kuliah S2.
  4. Surat izin dari instansi/lembaga tempat bekerja.
  5. Surat bebas tugas/surat tugas belajar dari satuan/instansi.
  6. Surat keterangan sehat dari dokter.
  7. Daftar Riwayat Hidup.
  8. Pas foto berwarna 3x4 = 6 lembar.
Silahkan cek di http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/2132

Thursday, February 13, 2014

Akhirnya Kelulusan CPNS K2 Diumumkan

Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS akhirnya mengumumkan kelulusan peserta seleksi CPNS dari tenaga honorer K II secara bertahap mulai Senin 10 Februari 2014 oleh di Kementerian PANRB .Pengumuman itu sendiri dapat diakses melalui cpns.menpan.go.id, sscn.bkn.go.id,  liputan6.com, dan jpnn.com kelulusan dari 16 Kementerian dan Lembaga (K/L), Provinsi Jawa Tengah dan DIY, sementara untuk K/L serta daerah lainnya akan diumumkan secara bertahap. Berikut daftar 16 Kementerian dan Lembaga (K/L) yang mengumumkan kelulusan CPNS K2

No.
Kode Instansi
INSTAN5I
Jumlah peserta yang lulus
1
1020
Menko Bidang Perekonomian
1
2
2000
Meneg Riset dan Teknologi
7
3
2010
Meneg Koperasi Dan UKM
2
4
3013
Kementerian NAKERTRANS
10
5
3014
Kementerian Sosial
13
6
3019
Kementerian Perdagangan
15
7
4001
Sekretariat Negara
20
8
4011
Badan Kepegawaian Negara
5
9
4014
LIPI
1
10
4015
Badan Tenaga Nuklir Nasional
18
11
4017
BAPPENAS
13
12
4021
Badan Koordinasi Penanaman Modal
2
13
4022
BPPT
14
14
4027
Badan Standardisasi Nasional
1
15
4031
Badan Pengawas Obat dan Makanan
18
16
4051
Badan Nasional Penempatan Perlind. TKI
3

Pengumuman CPNS K2 sesuai dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dinyatakan bahwa pengumuman kelulusan ujian tertulis terhadap tenaga honorer dilakukan oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara berdasarkan nilai yang diolah oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri.


Sunday, February 9, 2014

Ralat POS Ujian Sekolah (US) Madrasah/ Sekolah Dasar 2014

Penyelenggaraan Ujian Nasional untuk jenjang Sekolah Dasar seperti yang telah diberitakan oleh banyak media pada tahun 2014 ini ditiadakan. Namun, untuk ujian akhir di Sekolah Dasar diadakan Ujian Sekolah yang penyelenggaraanya dilakukan oleh daerah. Meski demikian pemerintah tetap ikut campur tangan dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah yaitu pada pembuatan kisi-kisi soal.

Pemerintah sendiri, sudah mengeluarkan Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Sekolah Madrasah / Sekolah Dasar beberapa waktu yang lalu, tetapi kemudian meralatnya. Tidak banyak yang berubah dalam ralat POS Ujian Sekolah Madrasah / Sekolah Dasar yang dikeluarkan oleh Kemdikbud tersebut. Dalam ralat yang ditanda tangani Sekretaris Balitbang Kemdikbud bertanggal 3 Pebruari 2014 tersebut, perubahan POS Ujian Sekolah terletak pada poin pelaksanaan Ujian Sekolah yaitu pada jadwal Ujian Sekolah itu sendiri.

Untuk Ujian sekolah Madrasah/ Sekolah Dasar dan SDLB perubahan terjadi pada jadwal pelaksanaan ujian susulan berikut akan saya tampilkan gambarnya.
Semula


Perubahan 


Sedangkan untuk Ujian Program Paket A/Ula perubahan terjadi pada waktu pelaksanaanya.
Semula

Perubahan


Jika anda ingin melihat POS ujian sebelum diralat silahkan klik di sini. Untuk ralatnya silahkan klik di sini.

Thursday, February 6, 2014

Pengumuman CPNS K2 Mundur Lagi

"Bersabar" mungkin itu yang harus dilakukan bagi para peserta seleksi CPNS K2. Mengingat pengumuman CPNS K2 ditunda. Mungkin, masih melekat diingatan kita beberapa waktu lalu pengumuman CPNS jalur umum beberapa kali sempat ditunda atau mundur. Namun pada akhirnya pengumuman kelulusan CPNS akhirnya diumumkan secara serentak pada tanggal 24 Desember 2013. Hal yang sama terjadi pada pengumuman CPNS K2 yang ditunda pengumumannya yang seharusnya dijadwalkan pada tanggal 5 Februari 2014.

Pemberitahuan ini, sesuai dengan surat Pemberitahuan Kementrian PAN RB Nomor: B/758/S.PAN-RB/2014. Berdasarkan surat tersebut diberitahukan bahwa pengumuman kelulusan peserta seleksi CPNS dari Tenaga Honorer Kategori II Tahun 2013 yang semula tanggal 5 Februari 2014 dikarenakan ada kendala teknis, maka pengumuman kelulusan seleksi CPNS dari Tenaga Honorer Kategori II di tunda dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dari pemberithuan tersebut mungkin masih muncul pertanyaan bagi kita kapan sebenarnya pengumuman CPNS K2 karena tidak disebutkan secara pasti kapan pengumumannya.

Sunday, February 2, 2014

Beasiswa Unggulan Dalam Negeri Kemdikbud 2014

Bagi anda para mahasiswa yang ingin sedang kuliah yang berminat mendapatkan beasiswa ada kabar baik yaitu pendaftaran Beasiswa Unggulan Kemdikbud periode tahun 2014 sudah dibuka hingga 31 Desember 2014. Salah satu programnya adalah Beasiswa Unggulan Dalam  Negeri. Program ini ditujukan untuk mahasiswa warga negara Indonesia yang sedang mengikuti perkuliahan di dalam negeri. Adapun program ini meliputi jenjang yang diantaranya:

Jenjang pendidikan S1/D4 meliputi:
a. Diterima di perguruan tinggi, dibuktikan dengan surat tanda lulus penerimaan;
b. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae);
c. Nilai Ujian Nasional minimal rata-rata 7,5;
d. Usia saat melamar maksimal 21 tahun;
e. Memiliki sertifikat kejuaraan/prestasi minimal tingkat kabupaten/kota untuk maksimal 5 tahun terakhir;
f. Ijasah dan transkip nilai SLTA atau yang sederajat;
g. Pelamar berstatus mahasiswa tidak lebih dari semester 2, dengan nilai Indeks Prestasi (IP) semester 1 minimal 3.0 dari skala 4.0;
h. Memiliki proposal tentang rencana studi, alasan mengambil prodi yang dipilih, rencana tugas akhir dan rincian kebutuhan biaya hingga studi berakhir (maksimal 8 semester);
i. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Keluarga;
j. Memiliki buku rekening/tabungan;
k. Mendapatkan rekomendasi dari dosen, pejabat, dan tokoh yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dapat menyelesaikan studi pada waktunya dan/atau layak mendapatkan beasiswa;
l. Membuat surat permohonan Beasiswa Unggulan kepada Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Setjen, Kemdikbud di Senayan Jakarta.

Jenjang pendidikan S2 meliputi:
a. Diterima di perguruan tinggi, dibuktikan dengan surat tanda lulus penerimaan;
b. Usia saat melamar maksimal 32 tahun;
c. Memiliki sertifikat kejuaraan/prestasi minimal tingkat kabupaten/kota untuk maksimal 5 tahun terakhir;
d. Memiliki kemampuan bahasa asing setara dengan nilai TOEFL 500;
e. Ijasah dan transkip nilai S1 atau yang sederajat dengan IPK minimal 3.00;
f. Pelamar berstatus mahasiswa tidak lebih dari semester 2, dengan nilai Indeks Prestasi (IP) semester 1 minimal 3.25 dari skala 4.0;
g. Memiliki proposal tentang rencana studi, alasan mengambil prodi yang dipilih, rencana tesis dan rincian kebutuhan biaya hingga studi berakhir (maksimal 4 semester);
h. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan/atau Kartu Keluarga;
i. Memiliki buku rekening/tabungan;
j. Mendapatkan rekomendasi dari dosen, pejabat, dan tokoh yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dapat menyelesaikan studi pada waktunya dan/atau layak mendapatkan beasiswa;
k. Membuat surat permohonan Beasiswa Unggulan kepada Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal, Kemdikbud di Senayan, Jakarta.

Jenjang pendidikan S3 meliputi:
a. Diterima di perguruan tinggi, dibuktikan dengan surat tanda lulus penerimaan;
b. Usia saat melamar maksimal 40 tahun
c. Memiliki sertifikat kejuaraan/prestasi minimal tingkat kabupaten/kota untuk maksimal 5 tahun terakhir;
d. Memiliki kemampuan bahasa asing setara dengan nilai TOEFL 500;
e. Ijasah dan transkip nilai S1 atau yang sederajat dan S2 dengan IPK-S2 minimal 3.40 dari skala 4.00;
f. Pelamar Berstatus mahasiswa tidak lebih dari semester 2, dengan nilai Indeks Prestasi (IP) semester 1 minimal 3.4 dari skala 4.0;
g. Memiliki proposal tentang rencana studi, alasan mengambil prodi yang dipilih, rencana disertasi dan rincian kebutuhan biaya hingga studi berakhir (maksimal 6 semester);
h. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan/atau Kartu Keluarga;
i. Memiliki buku rekening/tabungan;
j. Mendapatkan rekomendasi dari dosen, pejabat, dan tokoh yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dapat menyelesaikan studi pada waktunya dan/atau layak mendapatkan beasiswa;
k. Membuat surat permohonan Beasiswa Unggulan kepada Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal, Kemdikbud di Senayan Jakarta

Jika anda berminat silahkan mendaftarkan diri secara online pada alamat berikut http://buonline.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/

Artikel Terbaru